A. Tesis Ibn Sina dalam filosofi emanasi menekankan ke-Esaan Allah. Akal pertama (Allah) Berpikir tentang dirinya sendiri dan pemikiran itu menjadi daya. Tuhan tidak langsung berhubungan dengan yang banyak, melainkan dari akal I sampai akal X yang berujung pada penciptaan alam semesta. B. Pendahuluan Ibn Sina dalam ajarannya tentang metafisika berbicara tentang akal dan jiwa (soul) planet yang beremanasi dari Tuhan. Istilah emanasi dapat kita artikan sebagai pancaran. Konsep emanasi yang di cetuskan oleh Ibn Sina hampir sejalan dengan konsep Al-Farabi. Yang menjadi pembeda dari konsep ini adalah; Al-Farabi mengemukakan bahwa emanasi, Tuhan akal berpikir tentang diri-Nya dan dari pemikiran itu akan muncul wujud-wujud yang lain. Sedangkan Ibn Sina mengatakan bahwa alam yang diciptakan oleh Tuhan dari keadaan ada, bukan dari ketiadaan. Ibn Sina terpengaruh oleh para filsuf Yunani yaitu Plotinus, yang menjelaskan lebih koheren tentang yang satu muncul keberagaman. Yang...
Cerita Hidup Seorang Religius