Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2021

SUARA MIRING AL-GAZALI TERHADAP FILOSOFI EMANASI (IBN SINA) (Sebuah Analisis dari kitab Tahafut Al-Falasifah)

  A.   Tesisi Al-Gazali menyatakan Wujud (eksistensi) saling terkait antara satu sama lain. Ibn Sina dalam filosofi emanasi menggabungkan antara ilmu alamiah dengan ilmu Ilahi menjadi satu disiplin Ilmu. Ini menjadi sasaran kritik Al-Gazali penempatan Allah lebih rendah dari akal-akal yang diciptakannya.   B.   Pengantar Al-Gazali dalam kritiknya mengarah pada Ideologi para saintis yang bertentangan dengan Aqidah Islam. Dengan kata lain, Al-Gazali tidak mengkritik semua bagian dalam filsafat, melainkan yang bertentang dengan Akidah. Ia mendekontruksi ungkapan yang tidak cocok secara logika. Suara miring Al-Gazali dilatarbelakang/pengaruh tokoh Asy’ary yang bertolak dari kekuasaan dan kehendak mutlak kepada Allah. Hal ini tampak dalam perbedaan pemikiran antara Ibn Sina yang mendasarkan pada rasio manusia, dan Al-Gazali bertolak dari empirik keagamaan yang ditemukannya dalam jalan Sufiah (perjalanan batin: suluk dan dzauq ). Inkoherensi menjadi sasaran pemikiran krit...

TINDAKAN MANUSIA Suatu eksistensi manusia antara “baik” dan “jahat”

Pengantar Tindakan manusia menentukan eksistensinya. Lebih lanjut, tindakan menggarisbawahi perihal siapa dirinya di hadapan Allah, dan mahluk ciptaan lainnya. Bertindak adalah ciri khas setiap mahluk hidup. Tindakan manusia tidak hanya berkaitan dengan eksistensinya sebagai mahluk hidup, namun lebih mengarah pada cinta manusia dalam tindakannya mencerminkan nilai-nilai manusiawi. Makna terminologi “eksistensi” mengartikan bahwa segala tindakan manusia harus memenuhi syarat moral.   Manusia sebagai ciptaan Allah Pemahaman manusia sebagai ciptaan Allah tidak lepas dari konteks Kitab Suci. Kisah penciptaan manusia “menurut Gambar Allah” (Kej 1:26-27) dan penciptaan manusia dari “tanah” (Kej 2:7) menjadi pedoman untuk melukiskan tindakan manusiawi manusia. [1] Manusia diciptakan menurut gambar Allah menerangkan bahwa sesungguhnya manusia mahluk yang paling sempurna dari semua ciptaan lainnya. Manusia memiliki kesanggupan seperti Allah, kendati demikian eksistensi sebagai mahluk yang ...